Kamis, 14 Oktober 2010

Permohonan Maaf Sang Pemimpin

Dulu aku Panglima, Perancang strategi perang
Dulu aku raja, Pembuat kebijakan
Dulu aku taat, Sekarang aku langgar
Dulu aku dipuji, Hari ini aku dicaci

Keadaan, pola pikir, prinsip, keyakinan, atau apalah
Kelompok ini dan itu
Tekad yang memberiku jalan
Hati yang membuatku yakin

Gelisah, jadi hal biasa
Ragu jadi hiasan
Senyum terlontar
Gelak tawa menjadi obat duka

Senin, 11 Oktober 2010

The Last Warrior

~Part2~, 
“ ah paling kayak kmarin, gak jelas lagi”
Kenapa lo selalu muncul sih, tanda aneh tukang kritik “ ” ,..

Oke, w mulai lagi certianya,.
Sesampainya di sekolah, ia mulai menyelami lautan ilmu yang entah mempunyai dasarnya apa tidak. Banyak kehidupan, tantangan, dan mahluk misterius lainnya. Namun itu tidak membuat dia jenuh, karena dia tidak sendiri, ada seorang guru yang selalu membimbingnya. Sesekali sang guru memberikan cerita tentang kepahlawanan sang pejuang terdahulu, yang pernah ada. “ ngapain sih si guru cerita orang jaman dulu”, yah mungkin buat jadi motivasi sang The Last Warrior kali,. “lah ko jadi ragu”,. Males w ngasih tau ma lo,.
Mav ya pembaca yang budiman,. Cuma orang yang gak jela,s gausah didengerin,. “grrrggg :@”
Di sekolah itu sang pejuangpun mulai menunjukan bakatnya, dan ia menjadi salah satu murid yang terbaik,. “ trus gimana, udahan dong kisahnya”,. Blum lah, baru juga dua postingan masa langsung berhenti,.

Karena bakatnya itu, ia sering menjadi perwakilan untuk membawa panji-panji kemenangan ke sekolahnya, mulai dari perlombaan kecerdasan, debat antar pejuang dan sebagainya. Namun sayang, kemenangan itu gak pernah datang,. “katanya berbakat”, ia juga ya, ko w jadi bingung, tau lah, yang penting certitanya tetap lanjut,. Hahha,. “kyk’a w ketipu nih”
“tapi ko aneh, yang namnya pejuang kan harus punya keahlian bela diri, ko disini gak di kasih tau ceritanya”
Ahh, bawel amat ni anak,. Ntar w certain kehebatan ilmu yang dia miliki.,
Asal lo tau ya tanda “ ” yang aneh,. Dia punya 12 jurus yang dia pelajari disalah satu guru silat yang sangat hebat. Ilmu yang dia miliki termasuk kedalam golongan ilmu silat legendaris,.
“trus gimana kelanjutan ceritanya, w wdh gsbar mau baca”
Eitss, tunggun dulu, ceritanya w lanjutin lin kali,. Hhha :d
“yang dibegoin siapa sih sebenernya,”

Minggu, 10 Oktober 2010

The Last Warrior

Kisah ini bercerita tentang seorang pejuang, yang sebenarnya ia belum tau, apa yang sebenarnya ia perjuangkan.,
"cerita apa sih ini sebenernya", krik, krik, krik bunyi hujan,.
Dimulai ketika ia lahir pada fase bulan yang ke empat, di bulan julhizah dan komariah,. " mana yang bener coba".,

Wdah dong, w mau cerita nih,. komen mulu,. "sabar-sabar".

Sang pejuang itu terlahir dikeluarga yang sederhana, ia tumbuh seperti anak-anak kecil seperti biasanya,. "allhamdulillah, untung gk kyak bunjamin button". Semenjak kecil ia sudah mengenyam pendidikan, dari mulai bahasa, teknik berhitung dan kemampuan berperang.

Pagi ini seperti biasa, sang pejuang telah ditunggu oleh teman-temannya didepan rumah. setelah sarapan seadanya, dan tak lupa meminum air hitam bikinan sang ibu, ia langsung berpamitan. Berpetualang, menapaki jalan, bersenda gurau, dan udara yang sejuk disertai embun pagi menambah hangat suasana..
"ceritanya pas dia kecil ya bos".

ok, deh film'a abis, tunggu kelanjutannya,.
"dasar, w wdh serius dengerin"

komen mulu lo daritadi :@

Orang Terdekat

Ada sebuah pertanyaan menarik yang mungkin sering kita dengar dalam percakapan kita sehari-hari.
" siapa yang menjadi orang terdekat dalam hidup kamu saat ini?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pasti beragam jawaban yang akan muncul,.
ada yang menjawab:
"teman", "sahabat", "guru", "pacar", ataupun "keluarga".
Jawaban yang terlontar juga tidak ada yang salah, karena mereka yang menjawab mempunyai alasan yang masuk  di akal.
Tapi ketika pertanyaan itu muncul dibenak saya, maka saya pastikan jawabannya adalah "keluarga".
Ya, keluarga adalah komponen yang sangat penting dalam kehidupan kita. kesuksesan, ketenaran, serta semua keberhasilan yang kita miliki tidak lepas dari peran serta keluarga kita. Tidak ada yang lebih mengenal tentang kepribadian dan kebiasaan kita selain keluarga kita. Kita boleh sombong didepan teman kita, rekan kerja, ataupun pacar kita, tapi kita tidak bisa sombong terhadap keluarga kita. Kehebatan yang kita miliki, yang sering kita pamerkan kepada semua orang, tidak akan sebanding dengan kelemahan dan keburukan yang hanya keluarga kita dan sang Pencipta yang mengetahuinya.
Kalaupun saat ini kita masih bisa menampilkan sisi kehebatan kita dimata orang lain, itu tidak lain karena keluarga kita sangat menyayangi kita. Keluarga kita tidak mau melihat kita terpuruk, keluarga kita tidak mau kita keliahatan kecil dimata orang lain, dan keluarga kita tidak mau membeberkan aib yang  kita miliki.
maka, apabila pertanyaan ini terlontar lagi kepada kita, apa yang menjadi jawaban kita sekarang?.